Jln. Irian No 45, Kampus Bukit Indah +62 0645 345677 ceoplastic@unimal.ac.id
Berita

Kerja Sama dengan BTP-BPPT, Unimal Gelar Webinar Bakti Merah Putih Polimer Untuk Negeri

Bukit Indah – Program Studi Teknik Material Universitas Malikussaleh sukses menggelar seminar secara daring (webinar) tentang Bakti Merah Putih Polimer Untuk negeri (25/05/2021). Webinar digelar dengan bekerja sama dengan Balai Teknologi Polimer Badan Kajian dan Penerapan Teknologi (BTP-BPPT) dengan mengusung tema “Polimer Untuk Material Maju”.

Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Zulnazri (Ketua Program Studi Teknik Material dan Frita Yuliati PhD (Kepala Unit Konsultasi Balai Teknologi Polimer). Dr. Zulnazri menyampaikan materi tentang Cellulose Nanocrystals untuk material maju. Sedangkan materi yang diangkat oleh Frita Yuliati tentang Advanced Polymer Thermoset Self Healing.

Celulosa Nanokristalin merupakan material alam yang akan mengubah kehidupan karena memiliki fungsi yang serbaguna, ujar Zulnazri mengawali paparannya.

Nanoselulosa adalah selulosa berstruktur nano, bisa berupa nanokristal selulosa (CNCs atau NCC), serat nanoselulosa atau celulosa nanofibrilasi (CNF), dan nanoselulosa bakteri (BC) yang merupakan nanoselulosa yang diproduksi oleh bakteri. CNCs Merupakan molekul yang memiliki susunan atom yang teratur, kristalinitas tinggi (70-85) %, ukuran kristal 1–100 nm dan memiliki temperatur degradasi yg tinggi > 200 oC. Partikel ini pada saat ini telah menjadi perhatian serius dunia iptek dan nanokomposit karena menghasilkan kekuatan tarik sampai 206 giga Pascal atau sebanding dengan baja.

“Nanoselulosa dapat diproduksi dari berbagai biomassa yang berlimpah dan terbarukan di alam yakni dari tanaman yang kaya akan serat seperti nanas, kelapa, bambu, rami,dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS),” jelas Zulnazri.

Sementara itu Frita Yuliati dalam paparannya menyampaikan tentang berbagai metode self healing yaitu autonom dan reversible. Metode self healing autonom memiliki beberapa karakterisktik yaitu tidak memerlukan stimulus dari luar, menggunakan monomer dan katalis yang akan terpolimerisasi dan mengisi celah pada retakan atau goresan, dan jumlah monomer dan katalis akan membatasi jumlah perbaikan.

Leave a Reply